Jumat, 29 April 2016

Diskusi Publik Memperingati hari Kartini "Figur & Potensi Kepemimpinan Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia"

Diskusi Publik
Memperingati hari Kartini
"Figur & Potensi Kepemimpinan Perempuan
Dalam Pembangunan Bangsa Indonesia"



Waktu :
Kamis, 28 April 2016

Tempat :
Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat

Keynote Speaker :
Irjen Pol. Basaria Panjaitan, SH.,MH (Wakil Ketua KPK)

Narasumber :
  • Mia Siscawati, PhD (Ketua Prodi Kajian Gender UI)
  • dr. Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang)
  • Prof. Dr.Siti Zuhro (LIPI)
  • Lely Pelitasari, SP.ME (Wakil Ketua Ombudsman)

Moderator :
Dr. Puspitasari

Penyelenggara :
Pasca Sarjana UI

ULASAN REDAKSI :

Sambutan Tio Sianipar (Ketua Panitia)
Semoga perempuan Indonesia bisa bangkit. Perempuan berpartisipasi dalam membangun negeri Indonesia. Perempuan Indonesia jangan sampai terlibat korupsi.

Sambutan Prof. Sulistyowati Irianto (Ketua Pasca Sarjana UI)
Memuji Basaria Panjaitan yang bisa jadi Irjen Polisi, juga kepada ibu Bupati Kerawang; serta para narasumber dan moderator yang semuanya perempuan.

Keynote Speaker :
Irjen Pol. Basaria Panjaitan, SH.,MH 
Menyebut pahlawan perempuan Maluku Maria Christina Tiahahu; dari Aceh ada Tjut Nyak Dhien. Kini ada perempuan Indonesia yang menjabat presiden, walikota, bupati.Tidak ada kendala/hambatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin. Bukan soal perempuan atau laki-laki tapi soal kemampuan. Kartini simbol intelektual perempuan, karena beliau menulis. Angka Kematian Ibu 359 diantara 100.000 kelahiran. Saat ini Indonesia nomor 10 dalam Perkawinan Anak. 1 diantara 5 perkawinan adalah Perkawinan Anak.Perempuan maju bukan untuk menyaingi laki-laki tapi untuk bersama-sama memajukan bangsa ini. Bagaimana masyarakat kita jadi sejahtera, dan jangan hak masyarakat dikorupsi. Tidak menghalalkan segala cara. Yang dituntut adalah belajar sesuai dengan tugas masing-masing.
Pelaku korupsi ada juga perempuan. Pelaku korupsi adalah keserakahan; gaya hidup mewah. Peran perempuan melawan korupsi adalah bagaimana mengendalikan diri. Jujur; peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, adil. Tahun 2012-13 hanya 4% ibu yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran. "Saya Perempuan Anti Korupsi Indonesia" Indeks Korupsi Indonesia saat ini nomor 46. Target IKI 2019 nomor 50.Bagaimana sinergitas Ombudsman dengan KPK.

Lely Pelitasari Soebekty, SP.ME 
Fakta masih sedikitnya penyediaan ruang menyusui; Gambaran perempuan di Indonesia. Ada proses domestikasi terhadap perempuan. Perempuan sebagai "penjaga rumah". Sejarah pergerakan perempuan.Bentuk Diskriminasi Perempuan.Legitimasi yuridis peran perempuan. Azas kerja ombudsman RI. Data pengaduan perempuan. Sudahkah kementeriaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengidentifikasi minimal 5 layanan publik prioritas yang perlu diawasi ? Sudahkan memenuhi keadilan jender. Menerapkan prinsip "Mengubah dunia dimulai dengan mengubah diri sendiri"Solusi, Eksistensi Kepemimpinan Perempuan. Temuan Ombudsman Republik Indonesia dalam ujian nasional, ada kelalaian, kecurangan, menyalahi aturan ada menyontek, membawa hp,Bapak/ayah juga harus terlibat dalam pendidikan anak.

Mia Siscawati, PhD 
"Kepemimpinan Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia".
Capaian pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia indonesia dalam kurun waktu 30 tahun. Tingkat harapan hidup; lama sekolah yang diharapkan; realita rata-rata lama sekolah; Pendapatan kotor nasional per kapita (USD); nilai Indeks Pembangunan Manusia Indonesia di urutan 110 diantara 188 negara. Ketimpangan pembangunan dan posisi perempuan Indonesia.
Indeks Gini 2015 adalah terjelek sepanjang Indonesia merdeka. Kesehatan perempuan dan Anak, serta pendidikan di Indonesia (2013 dan 2015) 43,85% pekawinan di Indonesia 2010 adalah perkawinan anak (sumber BPS 2010)Usia perempuan Indonesia dalam perkawinan pertama (BPS 2011) Millenium Developmen Goal dan Sustainable Development Growth (the Global Goals). Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tantangan bagi pembangunan berkelanjutan.

dr. Cellica Nurrachadiana 
Yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukannya. Masa kecil tidak pernah kekurangan.Sejak kecil sudah terinspirasi menjadi dokter. Maukah perempuan berkontribusi? Ijin keluarga?, mampukah perempuan? Bersaing dengan 6 calon bupati Kerawang yang semuanya laki-laki. Sudah menjadi pejabat publik sejak berusia 27 tahun. Menjadi anggota DPR mewakili Jabar; jadi wakil Bupati; dan kini menjadi Bupati di usia 35 tahun. Sistem kolektif yang menetukan keberhasilan atasan-bawahan. Keberhasilan kita saat ini adalah berkat orang kita, bukan semata-mata kemampuan kita.

Slide foto - foto selama acara

.

Tidak ada komentar: