Minggu, 21 Agustus 2016

Diskusi Publik “Cawagub Ideal Untuk Ahok, Siapa ?

Diskusi Publik
“Cawagub Ideal Untuk Ahok,
Siapa?



Waktu :
Kamis, 18 Agustus 2016

Tempat :
Fountain Bar, Lobby The Acacia Hotel

Pembicara :
  • Dr. Ace Hasan Syadzily (Juru Bicara Tim Pemenangan  Partai Golkar)
  • Sirojudin Abbas, Ph.D. (Peneliti SMRC)
  • Abdul Hakim MS, S.Ip, M.Si. (Pengamat Karakter dan Media)
  • Rizkie Maulana Putra, S.Kom, M.SM. (Muda Mudi Ahok).

Moderator :
Dewi Batubara.

Penyelenggara :
  • Nia Dahliana, SE (Ketua Pelaksana)
  • CC:Basri Baco (Ketua Ormas MKGR DKI Jakarta)
  • Afriadi Rosdi (Sekretaris Ormas MKGR DKI Jakarta)


Ulasan Redaksi :

Kata Sambutan :
Mia Dahlia (Ketua Panitia)
Diskusi pilkada DKI seksi, sehingga jadi bahasan di Sulawesi dan Kalimantan. Kata Sambutan Afriadi Rosdi (Sekretaris Ormas MKGR DKI Jakarta).
Acara diskusi akan menjadi bulanan dengan tema berbeda sesuai keadaan aktual.

Dr. Ace Hasan Syadzily
Parpol yang telah mendukung Ahok, Golkar; Hanura; Nasdem. Ahok akan maju dari jalur parpol. Parpol sebagai instrumen, untuk menjaga stabilitas pemerintahan bila Ahok terpilih sebagai gubernur. Peluang besar bagi Ahok untuk menjadi gubernur terpilih di 2017.
Deklarasi kekeluargaan sudah mengempis. 24 kursi dari 3 parpol sudah cukup. Dari perspektif pemerintahan idealnya Ahok didampingi orang yang bisa melengkapi Ahok.59%. Masyarakat puas dengan kinerja Djarot, yang artinya pemerintaan DKI dibawah Ahok-Djarot. Kinerja keduanya cukup baik.
Golkar sejak awal tidak punya cawagub, terserah kepada Ahok. Ahok diberi ruang untuk bekerja dengan baik. Djarot memberi kontribusi. Parpol pendukung tidak/belum mengajukan cawagub.
- Dari aspek politik, pertemuan Megawati dengan Ahok kemarin adalah sinyal politik yang baik. Gubernur adalah jabatan politik, harus ada kekuatan politik yang mendukung (mem back up) Ahok. PDIP kemungkinan akan mendukung Ahok, dan ini modal besar bagi Ahok.

Sirojudin Abbas, Ph.D
- sementara ini hasil survei Juli 2016 Ahok unggul. Jaraknya dengan pesaing kedua 30-40%.
- Majunya Ahok melalui parpol ada pro dan kontra. Ada pengelompokan parpol.Posisi cawagub krusial. Ahok tidak leluasa memilih cawagubnya. Tahun 1684 Abraham Lincoln yang pertama membuat pemilihan cawapres penting, Johnson membantu pemenangan di daerah Selatan  USA. John F Kennedy memilih Lyndon Johnson sebagai cawapres karena sebagai imigran Irlandia dan Katolik. Lyndon Johnson senator kawakan beragama Kristen.
Paket pasangan -SBY-JK. JK adalah sipil dari wilayah Indonesia timur; beragama Islam, though master, delivery tugas baik.
- Jokowi-Ahok. Jokowi orang baru, dari kampung, halus, Islam, jago negosiasi. Ahok, minoritas, support finansial, tegas, kristen, elitis. Diskusi pemilihan demokratis selalu mempertimbangkan aspek penting wakil.
- Fungsi penyeimbang. Aspek elektroral geografis. Aspek demografis gender, usia, pendidikan, agama.
- Ideologi. Calon populis butuh wakil yang elitis. SBY-JK. JK elitis.
- Psiko sosial. Obama saat maju diragukan kemampuannya. Jokowi pengusaha mebel. Obama memilih tokoh senior Joe Biden sebagai wakil. Begitu juga Jokowi memilih JK yang berpengalaman.
- Elektoral blok. Ada kelompok Batak, kelompok Makassar, pengusaha warteg, dan sebagainya. Prospek wakil bisa menguntungkan.
- Aspek government. Kemampuan memerintah.
Personality wakil harus complementer. Keseimbangan Posisi baik dan posisi buruk. Jokowi baik hati, rendah hati, mudah didekati. Ahok tegas, penggebrak, pemarah. Political Skill dimainkan dengan baik oleh Joe Biden dan Lyndon Johnson sebagai wapres. Termasuk hubungan baik dengan parlemen. Untuk memastikan kebijakannya berjalan. Political skill Ahok jelek sekali, hubungan dengan DPRD dan parpol jelek.
Djarot sebagai pelengkap yang baik. Managerial skill, kemampuan Djarot memanage pegawai DKI. Jokowi tidak punya mangement skill yang baik di awal pemerintahannya. Pemimpin visioner punya problem bagaimana menjankan menjadi program. Ahok bagus menjalan merit system, tapi caranya yang meledak-ledak akan diimbangi Djarot. Ahok punya keunggulan elektoral yang vulnerable tapi rentan digoyang. Karena fondasinya lemah. Yang suka kurang dari 70%. Perilaku pemilihnya. 53-58% dari pemilih Ahok seperempatnya adalah pendukung lemah. Pemilih DKI 50%nya baru akan memutuskan pilihan 1-2 minggu sebelum hari pemilihan.
Sumber kerentanan. Etnik dan agamanya minoritas. Kesan masyarakat Ahok tidak pro rakyat. Ada kesan kurang bersih dari korupsi. Kriteria wakil Ahok. Aspek elektoral. Ahok orang Belitung. Wakilnya orang yang berasal dari Pulau Jawa. Sisi demografi, pria/wanita yang dewasa. Wakil yang mewakili etnis mayoritas. Ahok pilih wakil yang dekat parpol pendukung.
Ahok dikesankan elit dari ekonomi menengah atas. Wakilnya sebaiknya kelas menengah bawah. Cari wakil yang Populis dan memberi Rasa aman rasa tenang
- Aspek governanace. Ahok punya skill. Wakil nya seorang yang soft, deal maker. Ahok Lack of detail. Pilih wakil yang detail. Ahok cenderung mendominasi.


Abdul Hakim MS, S.Ip, M.Si
- Ahok menjadi balon satu-satunya yang unggul jauh. Tingkat kepuasan 60%. Kerawanan keterpilihan, kemacetanan atasi pengangguran.
- Ahok sebagai petahana menguntungkan. Petahana yang maju lagi probabilitas keterpilihan di daerah berpenduduk diatas 1 juta tinggi. Parpol pendukung 24 memadai. Ahok juga mungkin didukung PDIP. Gerbong pendukung akan semakin gemuk jika PDIP gabung. Dukungan kepada Ahok mengharapkan dukungan PDIP. Supaya mantap. Karena apabila salah satu parpol pendukung berbalik badan Ahok akan gagal menjadi gubernur. Jadi Ahok sangat mengharap dukungan PDIP.
Seandainya PDIP tidak mendukungnya, meski dengan 3 parpol tidak berarti prospek kemenangannya rendah. Di DKI harus meraih diatas 50% untuk keluar sebagai pemenang pilkada. Ada beberapa faktor ganjalan. Ahok memiliki sedikit kelemahan di komunikasi politik yang sering memilih diksi yang menyakiti dan kontroversi. Bahasa verbal, dan pilihan kata yang salah bisa fatal.
Pemilu 2004 pilihan kata Taufik Kiemas (Jenderal kok kaya anak-anak) menyebabkan SBY menang. Dan juga bahasa tubuh Mega terhadap SBY yang kurang tepat. Semua petahana cenderung elektabilitasnya tinggi. Saat ini karena Ahok tidak punya lawan sebanding. Semua keunggulan Ahok tidak menjamin Ahok akan menang dengan mudah.
Posisi siapa yang mendampingi Ahok sangat krusial. Siapakah ? Wakil yang akan dipilih adalah orang PDIP. Yang bisa melengkapi kelemahan Ahok. Semua kriteria wagub ada di pribadi Djarot. Siapapun yang diajukan oleh PDIP pasti akan disetujui Ahok.

Rizkie Maulana Putra, S.Kom, M.SM.
Idealnya wakil Ahok adalah seseorang yang melengkapi. Dari sudut pandang independen pak Heru. Dari jalur politik mewakili mayoritas, suku, agama, dukungan partai. Djarot adalah pilihan ideal. Cara kerja dan mental Djarot baik. Harus visinya sama dengan Ahok. Harus tipe eksekutor.
Kelemahan Pemerintah Provinsi DKI adalah eksekusi. Ahok cukup fenomenal. Wakil Organda DKI berterima kasih kepada Ahok yang bisa membuat perubahan birokrasi 180 derajat. Ahok selalu dikatakan kafir. Ada ceramah di masjid yang mengatakan ABA -  Asal Bukan Ahok. Masalah agama selalu mengemuka.

Slide foto - foto selama acara

NOMagz.com

Tidak ada komentar: