Sabtu, 13 Agustus 2016

Diskusi Panel YSNB Seri Ke-12 “Tantangan Masa Depan”

Diskusi Panel
YSNB Seri Ke-12
“Tantangan Masa Depan”



Waktu :
Sabtu, 06 Agustus 2016

Tempat :
Merak Room, Jakarta Convention Center (JCC),
Jl. Gatot Subroto, Jakarta, 10270                  

Pembicara :
  • Prof. Dr. Bambang Hidayat.
  • Prof. Dr. Firmanzah, Ph.D.
  • Dr. Ilham Habibie.

Moderator :
Dr. Bambang Pharma

Diskusi diadakan oleh Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) , merupakan Diskusi Panel Serial “Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan Demi Masa Depan Bangsa”, dari bulan Agustus 2015 s/d  Desember 2016.


Ulasan Redaksi :

Prof. Dr. Bambang Hidayat
"Merapikan Tata Bangunan Masa  Depan"
Sejak jaman mahasiswa dulu ingin kita mengubah pemerintah dan Maret 1965 sudah demo agar Soekarno diganti. Ki Sondong Mandali (Filsuf Kejawen). Tuhan menginginkan kita maju, kita sendiri yang tidak ingin maju. Nama Indonesia itu mahal sekali. Kesamaan nasib. Ajaran Ki Hajar Dewantara. Tenggang rasa; beradab, beretika. Menguasai teknologi dan Sumber Daya Alam. Pengembangan diri menggunakan akal dan nalar bukan otot. Nilai tambah harkat. Mencari jawab persoalan. Percobaan yang sistematik. Kemaslahatan bangsa.
Indonesia pelopor bangsa merdeka. Kita harus menyumbang pundi peradaban dunia. Kita mengagungkan gelar daripada filsafat ilmu. Mengembangkan Teknosains tanpa melupakan ilmu sosial dan humaniora. Ajar mengajar dialogis. Kasmaran kepada jiwa muda, keingin tahuan dan meraup ilmu untuk kegunaan. Bukan gagasan saja.1954 Ir Sutami di ITB berujar "manusia tidak bisa hidup dengan roti saja". Anak didik bukan obyek.Paradigma kita.6 parameter kemasyarakatan,
- Kenaikan jumlah penduduk dan manula secara progresif.
- bertambah eratnya proses internasionalisasi.
- Terhapusnya batas geografi konvensional dan ranah ekonomi lokal Masalah kebahasaan.
- Masyarakat lebih sadar kelestarian lingkungan hidup.
- Kesadaran akan hak dan kewajiban dasar manusia.
- Penyerapan Kebudayaan dari luar negeri ke dalam budaya Indonesia.
Masalah kebahasaan. Kita perlu memelihara bahasa untuk tetap menjaga citra diri. Penguasaan bahasa tulis maupun tutur akan membebaskan masyarakat dari tindak kekerasan fisik yang provokatif dan tidak perlu. Pendidikan pada dasarnya selalu mengandung nilai liberal, dalam arti memajukan peserta didik. Pendidikan dan Kita. Ciri pendidikan yang ideal, menurut. Julia fahrenkamp-upperbrink, 2016, "Envision a Different Future"
- Mengajarkan kita berpikir dan menanya selalu ke arah mana ilmu akan berjalan.
- Memikirkan peta jalan pribadi, sebagai manusia mandiri.
- Menghadirkan dunia dan masyarakat yang lebih terbuka.
- Membentuk pengertian lama dalam memandang dan menerangkan dunia baru.
- Membentuk manusia baru dengan pengetahuan umum.
- Membolehkan anak didik melihat keseluruhan sehingga mendapatkan bekal hidup.

Prof. Dr. Firmanzah, Ph.D
"Mengapa Budaya Penting bagi Ekonomi"
- menjelaskan sejarah keterkaitan ekonomi dan kebudayaan
- Tantangan ekonomi dari segi budaya
- What next.
Pemikiran-pemikiran asli ekonomi fokus pada endogen, kapital, labour. Padahal awalnya sangat memperhatikan budaya. Adam Smith menukas hal karakter yang unggul. Adam Smith dalam bukunya (The Theory) menyebut simpati & empati.Semangat merkantilisme jadi Mesin utama penggerak ekonomi, aspek sosial termasuk budaya, attitude. Invisible hand. Max Webber, menekankan sisi budaya mengapa ekonomi bisa maju dan berkembang ? Prancis, Jerman, Belanda, Portugal, mengejar kekayaan adalah bukan hal tabu. Bagaimana strata masyarakat Indonesia dibangun jaman dulu. Di Eropa dulu Pendeta tertinggi posisinya. Etos kerja kaum puritan menjadi pendorong kemajuan teknologi dan ekonomi.
Paska Perang Dunia II, paradigma positif, empirisme dan matematik dianggap ilmiah. Bagaimana mengukur karakter, attitude, etos kerja ? Matematik dan statistik, harus bisa di kuantisir dan diukur. Munculnya Jepang jadi kekuatan dunia, Indonesia, Singapura, Taiwan. Apa faktor yang membuat jadi the rising star ? Akumulasi kapital ? Faktor endogen bukan satu-satunya faktor. Ada prasyarat suatu sistem/struktur sukses adalah disiplinnya bangsa Jepang. Budaya kerja, karakter jadi prasyarat.1980 an, banyak ekonom, termasuk Bung Hatta berpendapat fondasi ekonomi Indonesia adalah solidaritas sosial.
Adam Smith menulis harmoni sosial.1971 Arrow, menyebut pentingnya attitude sosial dalam pembangunan ekonomi. Harus ada Social trust. Mengapa negara-negara di Afrika terbelakang ? Termasuk Tiongkok di awal 1970an.1980-90 pemilir politik ekonomi memasukkan faktor budaya.
Misalnya Putnam dan Fukuyama :
1. Generasi awal dipengaruhi budaya. Antara ekonomi dan budaya tidak terpisahkan
2. Tantangan ekonomi dari segi budaya. Para ekonom mengaku bersalah, yang fokus pada The economy of competition. Demi mencapai produktivitas. Kompetisi penting tapi bukan segalanya. Ada economy of collaboration. Antara korporasi Apel dan Samsung bekerjasama. Perusahaan-perusahaan otomotif Jepang berkolaborasi membuat platform mobil listrik. Paska reformasi kita menekankan segi kebhinekaan/kebebasan tanpa memperhatikan kebersamaan/persatuan. Misalnya otonomi daerah, kebebasan berpendapat, pemekaran daerahMuatan kolaboratif/kerjasama harus ditonjolkan di media. Ada tsunami moralitas.
3. Bagaimana mengoperasikan ? Kita perlu membuat Blueprint  kebudayaan sebagai acuan dasar.Sisi sustainability menjadi perhatian di pertemuan G20 Beijing baru-baru ini. Economic growth tidak penting lagi. Financial risk dan ecological risk juga mengemuka. Keterkaitan Business, society and environment. Kesejahteraan manusia sama penting dari menyelamatkan beruang kutub utara ? Global partnership, karena sekarang multi polar. Interdependency antara negara maju dan negara berkembang.Bagaimana memperkuat segi sinergi, kolaborasi, koordinasi.

Dr. Ilham Habibie
Sinergi bidang entrepreneurship dan technology? Untuk memajukan.Tantangan politik, ekonomi, sosial-budaya masa kini stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan.Konektivitas, globalisasi Ekonomi Indonesia saat ini. Pertumbuhan ekonomi +/- 5%. Struktur 60% PDB dari konsumsi produk dan jasa domestik. Sumber Daya Energi, mineral, agro dan maritim menyumbang relatif banyak PDB, khusus ekspor berkontribusi 50%. Pertumbuhan industri lebih kecil dari pertumbuhan ekonomi (terjadi deindustrialisasi). Impor mengancam.
Bagaimana Indonesia di 2030 ? The Nusantara economy. Tidak mengandalkan Sumber Daya Alam tapi bersandar Sumber Daya Manusia. Transformasi. Untuk mencapai potensi maksimal demi masa depan menurut Presiden Chile di APEC 2013 Bali,
- Berinvestasi ke human capital.
- Berinvestasi ke ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan.
- Meminimalkan kemiskinan.
Defisit litbang.
Anggarannya 0,1% dari PDB. 80% oleh pemerintah.
Di Korsel 3% PDB.
Israel 4,5% PDB.
Jepang 3,5% PDB,
Singapura 2,2% PDB,
Tiongkok 1,5% PDB,
India 1% PDB.
Malaysia 0,7% PDB,
Thailand 0,5% PDB.
Sinergi kewirausahaan dan teknologi.
3 pilar budaya inovasi, teknologi, talenta dan toleransi. Budaya terbuka, pluralis yang bersikap positif terhadap inovasi menarik talenta terbaik yang menggunakan teknologi dalam konteks kewirausahaan.

Slide foto - foto selama acara

Slide Ilham Habibie :

klik gambar untuk memperbesar















www.NOMagz.com

Tidak ada komentar: