Rabu, 25 Februari 2015

Peluncuran Download Aplikasi "DPR KITA"

 Peluncuran
Download Aplikasi
"DPR KITA"

klik untuk memperbesar
klik untuk memperbesar

Tanggal :
24 Februari 2015
 

Tempat: 
Hotel Santika JL. Aipda KS Tubun No. 7, Jakarta Barat

ULASAN :

Dengan berakhirnya pemilu 2014 bukan berarti partisipasi politik masyarakat berakhir pula. Partisipasi politik tidak hanya dimaknai sebatas kehadiran masyarakat di TPS saja untuk memberikan suaranya, akan tetapi peran aktif masyarakat untuk ikut serta memberikan saran dan pendapat kepada para wakilnya yang terpilih dalam proses kebijakan publik merupakan salah satu bentuk partisipasi politik masyarakat juga. Akan tetapi, partisipasi politik pasca pemilu ini sering kali ditinggalkan oleh masyarakat dengan kata lain pasca pemilu masyarakat cenderung abai terhadap para wakil yang mereka sudah pilih.
Padahal sejatinya masyarakat memiliki hak untuk berinteraksi secara langsung dengan para wakilnya mulai dari menagih janji-janji kampanye, sampai dengan berkeluh kesah terhadap persoalan yang masyarakat hadapi di daerah pemilihan (dapil). Pada sisi lain tidak sedikit juga anggota DPR yang melupakan fungsi representasinya sebagai penyalur aspirasi masyarakat. Sehingga fenomena broken linkage atau keterputusan hubungan antara wakil rakyat dan rakyatnya tidak dapat bisa di hindari.
Kehadiran fenomena tersebut tentunya tidak terlepas dari ketidak-tahuan masyarakat mengenai bagaiamana cara menuangkan aspiraasinya secara langsung kepada anggota DPR, yang ditambah dengan adanya keterbatasan yang dimiliki oleh anggota DPR sendiri untuk menjangkau seluruh masyarakat di daerah pemilihannya. Salah satu cara untuk mengatasi persoalan tersebut ialah dengan memanfaatkan instrumen teknologi informasi seperti social media yang cenderung mudah untuk digunakan.
Berangkat dari hal tersebut Perludem bekolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat sipil seperti Selasar.com, KontraS, Public Virtue Institute, ICT Watch, DPR Watch, ICW, PSHK, yang tentunya melibatkan pihak DPR juga dalam hal ini Sektariat Jendral DPR RI, dan beberapa tenaga ahli fraksi DPR RI, bermaksud untuk membuat sebuah aplikasi sebagai instrumen penghubung antara masyarakat dengan anggota DPR begitu pula antara anggota DPR dengan masyarakat di daerah pemilihnya. Dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi representasi sekaligus sarana komunikasi antara masyarakat dengan para wakilnya. Selain itu aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang mudah digunakan oleh siapapun termasuk disabilitas yang dibuat secara khusus, agar setiap orang tanpa terbatas dapat menggunakan aplikasi ini.


Slide foto-foto selama acara

VIDEO ACARA :


https://www.youtube.com/watch?v=JkDSFlgf6Dk



www.NOMagz.com

2 komentar:

Kisah Sukses mengatakan...

Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

nacila sava adiel rahman mengatakan...

aplikasi ini buat apa si mas sebenarnya.. pengen coba deh

rahasia kecerdasaan orang yahudi