Kamis, 20 Agustus 2015

Seminar Penguatan Ekonomi Nasional, Melalui Peningkatan Kualitas Manusia

Seminar
Penguatan Ekonomi Nasional,
Melalui Peningkatan Kualitas Manusia

Waktu :
Kamis 20 Agustus 2015

Tempat :
Grand Ballroom Hotel Pullman. Jl. MH Thamrin. Jakarta

Sambutan Yayasan NABIL :
Drs. Eddie Lembong, Apt.

Keynote speech :
Menteri PDK Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.

Keynote Speaker :
Ir. Wijayanto Samirin, MPP


Pembicara :
  • Prof. Firmansyah, Ph.D
  • Dr. Ali Akbar
  • Nirwan A Arsuka
  • Prof. Komaruddin Hidayat

Moderator :
Asriana Issa Sofia, M.A 

Para Pembicara

ULASAN :

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam sambutannya mengatakan bahwa ada tiga jalur pendidikan yakni kurikuler, ekstra kurikuler, serta non kurikuler.
Terdapat tiga strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu :
1. Penguatan aktor pendidikan yang terdiri atas guru, orang tua murid, kepala sekolah, dan siswa.
2. Perbaikan mutu dan akses pendidikan.
3. Efektivitas birokrasi. Selain Kementerian PDK juga birokrasi Kemendagri dan Kemenkeu.

Kita harus menghargai guru baik secara monetary reward maupun non monetary reward. Misal guru tidak perlu antri saat membeli tiket pesawat.


Ir. Wijayanto Samirin, MPP. menyampaikan bahwa modal utama suatu negara adalah human capital bukan physical capital. Sebagai contoh Singapura, Korea Selatan dan Taiwan begitu maju perekonomiannya karena memiliki human capital (sumber daya manusia) yang baik dan bermutu, sehingga bisa menghasilkan nilai tambah produk bermutu. Jadi ada technology innovation bukan sekedar technology adaption.
Di Indonesia 50% tenaga kerja hanya berpendidikan sekolah dasar.Prasyarat untuk meningkatkatkan ekonomi suatu bangsa adalah healthy, well educated, serta integrated into workforce.

Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmansyah, Ph.D. berkata kondisi ekonomi Indonesia saat ini semakin terintegrasi dengan perekonomian global; yakni melalui perdagangan, pasar keuangan dan investasi.
Tantangan ekonomi indonesia adalah adanya pelambatan ekonomi dunia (khususnya USA dan Tiongkok),  dan kondisi ekonomi domestik (pengusaha mengambil posisi wait and see, penyerapan anggaran pemerintah masih rendah).Beliau menyarankan adanya proteksi terhadap industri domestik yang padat karya. Dan perlu ada kolaborasi/gotong royong/kerja sama, synergy dan partnership semua pihak.

Dr. Ali Akbar mengemukakan sepuluh ciri kualitas manusia Indonesia yang merupakan hasil risetnya yaitu ramah terutama terhadap orang asing, malas, korup, tidak disiplin, emosional, boros, suka meniru, rendah diri, individualis, percaya tahayul.
Untuk mengikis sifat-sifat kurang baik tersebut perlu revolusi mental yang tidak hanya dimulai saat reformasi, perlu dijabarkan butir-butirnya, serta dijadikan gerakan nasional.


Nirwan Ahmad Arsuka berpendapat bahwa pelambatan ekonomi adalah riak kecil kebudayaan. Dia menyitir pendapat sastrawan hebat kita - Pramudia Ananta Toer - untuk memajukan Indonesia bom saja setengah penduduk pulau Jawa.
Ia berasumsi buku-buku sekolah menghancurkan minat membaca para siswa karena muatannya terlalu berat. Jalan keluarnya adalah konektivitas pendidikan dengan kondisi kekinian.

Prof. Komaruddin Hidayat dalam makalah berjudul Lebih Mengenal Etnis Tionghoa, menyebut ajaran Khong Hu Cu yakni berbakti kepada orang tua, cinta negara, di empat samudra semua orang bersaudara.
Beliau juga menyebut kisah Orang Tua Tolol Membelah Gunung sebagai nasehat klasik. Gunung bisa ditafsirkan sebagai tantangan, kemiskinan, kebodohan dan sebagainya.
Tionghoa Indonesia sebagai minoritas bisa survive karena solid dan punya visi. Untuk pendidikan Tionghoa akan all out.
Jepang menjadi negara maju karena punya visi ingin menyamai atau mengungguli Amerika Serikat yang mengalahkan Jepang disaat perang dunia kedua.Korea Selatan bervisi untuk mengungguli Jepang yang pernah menjajah negaranya.
Orang Korsel sangat nasionalis. Mereka mengutamakan produk dalam negeri sendiri. Misal mereka menggunakan produk buatan Hyundai, Samsung, LG Electronic.  

Slide foto-foto selama acara


Press Release :

klik gambar untuk memperbesar






www.NOMagz.com

Tidak ada komentar: