Selasa, 09 Juni 2015

Talkshow POLEMIK "BOLA TAK LAGI BUNDAR"

Talkshow 
POLEMIK
"BOLA TAK LAGI BUNDAR"
 
Waktu :
Sabtu, 6 Juni 2015


Tempat : 

WARUNG DAUN.
Jln. Cikini Raya, 26Jakarta Pusat

Pembicara :

  1. TOMMY WELLY (Direktur Kompetisi PSSI)
  2. NOOR AMAN (Ketua Umum BOPI)
  3. RIDWAN HISYAM (Wakil Ketua Komisi X DPR RI)

Moderator : 

Pangeran Ahmad Nurdin (Koran Sindo)

Produser : 

Andi Akbar


ULASAN :

TOMMY WELLY (Direktur Kompetisi PSSI) mengemukakan tidak ada aktivitas sepak bola profesional selama lima bulan terakhir. Terlebih setelah adanya sangsi dari FIFA.
Menurutnya baik PSSI maupun pemerintah keduanya keras kepala.
Hubungan pemerintah dan PSSI sebaiknya seperti hubungan orang tua dengan anaknya. Ketika PSSI sudah 'menikah' dengan FIFA seharusnya pemerintah tidak ikut campur urusan PSSI lagi. Jadi keduanya tidak perlu kontroversi dan saling berbenturan.
Beliau berkata PSSI dan aviliasinyalah yang berhak mengatur sepak bola profesional Indonesia. Pemerintah tidak boleh menjadi verificator (untuk penegakkan hukum maksudnya).
Dia juga berpendapat bahwa BOPI memperpanjang birokrasi dan sebaiknya dibubarkan saja.
Beliau berujar persoalan pendekatan dan relationship antara Menpora dan Ketua PSSI perlu diutamakan dalam menyelesaikan masalah sepak bola.




NOOR AMAN (Ketua Umum BOPI) berpendapat memang PSSI adalah anggota FIFA yang mempunyai aturannya sendiri. Namun Pemerintah. Sebagai representasi kedaulatan bangsa juga bisa ikut menangani persepak bolaan Indonesia. Khususnya menyangkut hak dan kewajiban PSSI. Pemerintah ingin menegakkan aturan menyangkut korporasi, legalitas, perpajakan, keimigrasian, dan lain-lain. Pemerintah bermaksud mengingatkan tetapi oleh PSSI dianggap intervensi.
BOPI sendiri menemukan ada beberapa kewajiban anggota ISL yang belum dipenuhi.
Dalam closing remark beliau yakin bahwa bola tetap bundar dan sepak bola indonesia akan kembali bergulir.
Suratin Cup akan digulirkan lagi.
Beliau mengimbau semua pihak melepaskan ego pribadi dan kelompok, serta saling introspeksi untuk menyadari kekeliruan masing-masing.

RIDWAN HISYAM (Wakil Ketua Komisi X DPR RI) mengatakan fungsi DPR adalah melakukan pengawasan atas pemerintah yang berkaitan dengan kepemudaan; olah raga dan pendidikan.
Beliau menyarankan Menpora dan ketua PSSI duduk semeja untuk berembug mengatasi masalah sepak bola. Beliau bersedia menjadi mediator.
Tanggal 9 atau 10 Juni 2015 Komisi X DPR RI mengundang Menpora untuk hadir di gedung DPR untuk membahas penyelesaian masalah sepak bola Indonesia.
DPR mempunyai hak interpelasi guna menanyakan kebijakan yang telah diambil oleh Menpora membekukan PSSI.


Slide foto-foto selama acara

www.NOMagz.com

Tidak ada komentar: